Halaman

Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Juni 2011

kau, akan tiba di sini pukul berapa?

kau, akan tiba di sini pukul berapa?

kau,
akan tiba di sini pukul berapa
sebelum kewajibanmu selesai
atau setelah aku menulis sajak ini
pasti sama saja
aku sudah akan pergi
membawa semua yang kaupinta

kalau kau bersedih
dan mau menangis selama apa
aku sudah tidak peduli
karena telah kutinggalkan sajak ini
di dalam matamu yang abadi
juga di dalam catatan-catatan lama
yang bungkam dan
gerimis di tengah juni

kau,
akan tiba di sini dengan apa
dengan rapuh dan keluh
atau tangguh itu juga sama saja
aku akan sudah tinggal
di negeri yang baru
dan jangan kau tanyakan alamatnya di mana
karena aku juga tidak tau

kalau kau terus mencari
dan resah tak juga pergi
pulanglah
bunga-bunga di taman belakang
tersenyum buatmu
dan tangan-tangan kecil yang memetiknya
berwajah ranum
di sanalah aku

aku telah bebas menulis apa saja di taman belakang itu
aku telah bebas mencuri bunga apa saja di taman belakang itu

maka, usah lagi kautanya, “Kau, akan tiba di sini pukul berapa?”
           
#Juni, Juli, Agustus, September…


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Rabu, 01 Juni 2011

Kertas Warna

di sela-sela mengawas SNMPTN, hp bergetar, pesan masuk!

sinta
01/06/2011
08.46

Bahkan burung-burung kertas yang kubuat tidak pernah dapat terbang ke langit. Jadi bagaimana bisa dia mengirimkan doa yang kurapal pada setiap lipatannya.

Ke:
sinta
01/06/2011
09.01
orisuru

sinta
01/06/2011
09.15
Hah?

Gara-gara sms Sinta, saya jadi mencari buku catatan dan pulpen. Teringat juga dengan orisuru yang ada di Perempuan Kembang Jepun! Hmm...


kertas warna

kita pernah melipatnya pada sebuah bayang
aku mengulangnya sekali lagi
biar kamu puas
biar kamu tahu kalau aku bekerja
hanya bisa seperti itu
karena aku tak mampu berbuat apa-apa

nah, itu di hadapan kita ada sebuah
kertas warna yang halus
lalu kaupinta aku melipatnya seperti dulu sesukamu
seperti pada sebuah bayang melintang yang kauhafal
benar itu siapa!

apakah itu wajahku
atau wajahmu yang tertukar
dan menjelma sayap orisuru
tapi kemudian kita tidak pernah bisa terbang
hanya mampu saling memapah dan berkata rindu
: aku hanya selembar kertas warna
dan kamu

di sebelahku
anak kecil berteriak pekak, “Kak! Itu kertas warna punyaku!”

01/06/2011     09.25


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Selasa, 24 Mei 2011

Ada Saatnya

ada saatnya pagi-pagi berantakan
kaki-kaki kecil mengejar kupu-kupu di sela jelaga
klakson yang bernyanyi
sesekali aku memukul-mukul tangkai pintu buskota
kita harus cepat sampai
beberapa menit lagi kita mulai
bos datang dan kita...
kita akan menjadi lelah berkepanjangan
kemudian membesar-besarkan hati
: “Ini, Nak, ada sebungkus permen
dan setangkup roti selai untukmu...”
begitu seterusnya
tapi masih senyummu yang tinggal di sini!


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Jumat, 20 Mei 2011

Kembang-kembang Pagi

kembang yang menggantung di wajahmu
sesekali ribut
menjelang pagi
manakala dia menunduk di hadapanmu
dan kamu pun mendongak
tangkaimu jadi kering
tak pernah ada pesan
kecuali tentang esok hari
kembang yang lepas dari tangkai
kelopaknya jatuh satu-satu
entah rapuh entah sunyi
hanya badai malam tadi
yang tiada pernah sembunyi



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Jumat, 22 April 2011

Sepucuk Cinta


menanti kala sang rembulan bersinar keemasan
penuh rasa bangga, semoga cepat kumenatapnya.

dan kuperoleh kata-kata mutiara
di selubung sepertiga malam yang bening itu. segar.
semerdu nyanyian nyiur
yang sujud menghamba pada tikar-tikar lusuh
yang dipinjamkan terik siang tadi.

sepucuk cinta dalam keheningan,
kuilhami bagai nikmat yang lebih dari asa
yang terbangun lepas.

saat-saat itu Dia temukanku dalam
penghambaan yanga khusyu’.
sendu yang menderu.
juga syahdu. hingga hanya ada angin dan semerbak
khas malam yang diungsikan dalam ruang pasir pantai.

diam dan takjub.
berdesirlah haruku dan bermukim pada kapal tanpa labuhan.
kataku, “simpan saja, biar terbawa gemulung ombak”.

tak henti langkahku berlari.
tak ingin imanku begitu saja menepi.
bila sampai di sini pengembaraan cintaku berhenti
katakan pada sang pembawa pesan,
“cukup kau dayung sampan itu,
semakin cepat, kala semakin deras
ombak memenjarakan semangatmu kini,
ku tetap menunggu di pantai itu.”

pantai, tunjukkan aku labuhan yang paling damai.
yang di sana bertempat rinai-rinai mata air surgawi.
kekalkanlah aku di sana,
meski yang aku dapat hanya tampiasnya
yang koyak terlibas.

senandung tak henyak memekik
dalam kalam yang bertalu.
bagiku, harapan penuh haru,
seandainya semilir bagai lambaian bayu
meremukkan kalbu.

bagiku, tak lebih dari dunia
yang berbalut cerita semu,
kuhanya tahu, akan tiba masaku merasakan semua itu.
sepucuk cinta dalam keheningan mengamini itu.


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Sajak Rindu di Gerimis Pagi

aku merapatkan hati ini pada detak
jam dinding di mayapada.
ada rindu di gerimis paginya.
di tajam-tajamnya ada guratan simfoni
menyertai hati dan kata yang tiada diam. menolehlah ia
pada hujan yang gerimisnya menusuk pelataran.
sendu.
syahdu.

aku menatap birunya titik air rinai
di kaca jendela.
kemilaunya semburat menikam rindu.
ah… ini fatamorgana!
bening.
ya, itu fatamorgana yang terisyaratkan dengan oase segar
yang kausisipkan di atas tembikar kekar.

oase di hati itu tertumpah di cakrawala mengaliri
relung sanubari. warnanya bagai lembayung terbalut kasih.
adakah kaurengkuh kemilaunya?
dan dengarkanlah tarian segar itu,
dari jendela kaca berintik cahaya kaupadukan
mozaik rindu yang padang rindang.
segar.
indah nian.

sudahlah, aku tak mampu lagi mengisahkan
sajak rindu ini.
biar detak jam dinding, gerimis, dan isyarat
yang jadi kemilau fatamorgana.
dan tentu engkau
yang tak habis-habisnya memeluk majas mesra.

sajak rindu di gerimis pagi bulan November
merilis simfoni hati yang tertera pada reranting
di pelataran. suaranya terdengar merdu di pematang senja.
ternyata ini realita bukan fatamorgana.
sisa jerit dan rintih pilunya
masih membayang di cakrawala.
dan tetap kunyanyikan bersama letupan doa
di penghabisan sepertiga malam.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Jumat, 15 April 2011

Pencarian


 
…
mengenangmu berkali-kali
meski sesekali tumpah.
di mana kau, duhai sebelah hati?
…
cari aku di jalan-jalan Tuhan
mungkin akan kautemukan
semahkota rekah yang pecah.
…
merindumu di malam sepi,
menepuk angin,
menembus batas cinta,
antara dinding kabut dan kilau hujan.
sayang, belum boleh kutembus.
…
sabar saja.
pelangi menungu,
jika kita mau.
…
detik ini,
memanggilmu adalah alpa
ketika rindu-rindu perlahan mengepal
di batas hati kita.
…

2011


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer